Just another Wordpress.com weblog

Apa sih yang terjadi kalo kamu jatuh cinta ?

Asal tahu aja , cinta itu betrasal dari reaksi kimiawi, dopamine dan norepineprine, menghasilkan PEA, phenilethilamine. It,s why your knee goes weak, your palm sweats, your stomach does flip flops.

Parah en norak abis kan akibat yang ditimbulkan dari perasaan jatuh cinta? Sampai lutut terasa lemas, telapak tangan berkeringat, dan perut terasa diaduk-aduk ketika kamu bersama si jantung hati?

Beban perasaan yang tak tertahankan itu yang sering membuat anak-anak muda, dan orang yang jatuh cinta, cenderung lepas kendali karena gak kuat membendung berbagai rasa yang’enak-enak tapi tak enak’. Satu lagi, coba deh kamu pikirin, kira-kira dalam keadaan dipenuhi reaksi kimiawi tubuh yang demikian, berapa banyak sih dari kita yang bisa melihat jernih, dan memutuskan satu tindakan dengan obyektif dan matang?

Rule number one : Jangan percaya dengan kuputasan/tindakanmu ketika jatuh cinta!
Lebih baik nanya deh sama orang-orang terdekat, ortu, sahabat, guru atau sosok yang menurutmu bisa enak diajak curhat dan sejauh yang kamu kenal, bisa memberikan pertimbangan yang baik, Sebab orang yang jatuh cinta biasanya bersikap membabi buta.

Beneran gak sih jatuh cinta?

Nah, ini dia juga harus kamu tanya bener-bener dalam hati. Ketika kau ‘fallen’ seberapa sih kamu yakin en mantaps (bener-bener mantap gitu) bahwa kamu sungguh jatuh cinta sejati? Bukan sekedar suka atau simpati atau kagum sesaat belaka? Bukan cinta…monyet!???

Jeleknya, banyak yang tertipu dengan perasaan cinta. Ketika itu terjadi, mereka mikir, mereka dah jatuh cinta, mentok abis. Artinya gak bisa berpaling ke lain hati (ceile…). Orang-orang yang jatuh cinta bilang, entahlah apa yang terjadi kalo mereka sampe kehilangan pasangan yang mereka cintai.

“Kalo gue sampe putus sama dia, gue mungkin gak akan bisa makan seminggu!’
“Gue sih gak bakalan bisa tidur. Pasti tiap malam selama tujuh bulan nangis habis2an, dan bikin pulau sebanyak-banyaknya di bantal.”

“Nnng… kalo aku rasanya gak bakalan pernah jatuh cinta lagi sama siapapun. She is the only one I love!”
Yang lebih drastis mungkin berkata nekad: “Gue bisa-bisa bunuh diri! Paling sedikit jadi gila!”
Lucunya, ketika kemudia mereka putus dengan pacarnya, banyak yang dua hari kemudian udah jatuh cinta lagi, kali ini lebih dahsyat! Tidak ada air mata (kalopun ada sehari dua aja), gak ada yang mogok makan berminggu-minggu, menjadi gila ataupun bunuh diri. Meskipun untuk yang terakhir bukan tidak pernah terjadi, ada, namun lebih banyak yang survive dari patah hati. Dan kemudian jatuh cinta lagi, lagi, lagi…dan lagi.

Bahkan ada yang ketika kesedihan meredup (putus atau cinta bertepuk sebelah tangan), bisa dengan terheran-heran dan geleng-geleng kepala, nomong: “Kok gue bisa jatuh cinta sama dia? Masa gue jatuh cinta sama cowokl yang naik kelas aja engga?!”

Rule number two: Jangan cepat percaya kalau dialah cintamu yang sejati!

Dua orang pacaran, kamu cinta mati, dia gimana…?

Banyak banget berita di Koran tentan cowok yang melakukan tindak kriminal terhadap pacar atau tunangannya sendiri. Ini serius! Kamu mungkin bertanya-tanya dalam hati dan gak yakin, gimana bisa orang yang jatuh cinta menyakiti orang yang dicintai orang yang dicintai? Dan bahkan bukan karena diancam putus?

Tapi fakta membuktikan banyak banget kasus kejahatan yang menimpa mereka yang pacaran, dan dilakukan oleh pasangannya.

–       Ada yang dibunuh dan disimpan di lemari kamar kost pacarnya hingga berbulan2, baru mayatnya ditemukan keluarganya.

–       Ada yang menolak diajak hubungan intim, kemudia dianiaya, hingga cacat permanen, nyaris semua bagian tubuhnya menciut, dan sampai sekarang hanya bisa terbaring di tempat tidur. Menjadi beban bagi keluarga, padahal dia adalah anak sulung yang dulunya menjadi tumpuan harapan keluarga.

–       Yang diperkosa, atau kemudian hamil akibat hubungan intim, dan ditinggal kabur, apalagi. Jumlah kasusnya gak terhitung.

Kejadian-kejadian di atas sebetulnya membuktikan satu hal: Orang yang melakukan tidak sungguh-sunguh mencintai. Betapapun kelihatannya sangat mencintai, penuh kasih sayang, penuh perhatian. No way! Orang yang mencintai, tidak akan mungkin menyakiti.

Rule number three : He may not love you the may he seems. Jangan percaya dia mencibntai kamu sungguh-sungguh, betapapun kelihatannya!

Jatuh Cinta, Untuk Apa?

Suatu hari kamu mungkin bertemu cowok atau cewek yang begitu menarik dan membuatmu jatuh cinta. Dia mungkin mencintaimu. Mungkin tidak. Kalu tidak, maka bersyukurlah karena sebetulnya bertepuk sebelah tangan tidak seburuk kelihatannya, seringkali justru itu menyelamatkanmu dari harl-hal buruk yang mungkin saja terjadi.

Ingat, sebagati manusia, seringkali kita terkecoh dengan penilaian kita yang memang hanya menilai berdasarkan tampak luar saja. Serahkan pada Allah, kalau memang Dia tidak mengizinkan barangkali karena memang sosok tersebut tidak baik untuk kamu. Oke?

Kalau dia mencintaimu juga, gimana?
Well, kamu bisa mengajukan pertanyaan ini pada dirimu sendiri, “Jatuh cinta, dicintai, untuk apa?”
Jika hanya untuk pacaran, sebandingkah perasaan bahagia yang sesaat dengan resiko yang mungkin terjadi? Dunia super duper indah yang digembargemborkan banyak media kita, dan melenakan, sebetulnya hanya dunia palsu dimana dua orang berusaha tampil sebagus mungkin di hadapan pacarnya!

Ingat baik-baik, doi mungkin tidak sebaik kelihatannya! Hanya Allah yang Maha Melihat, dan Maha tahu!
Lagian, ngapain juga pacaran?
Apa sebagai sandaran agar semangat belajar? Begitu tidak ada artinyakah nilai kuliah, yang dibiayai susah payah oleh ortu, sehingga pantas dipertaruhkan di pundak pacar kita?

Pacaran untuk saling kenal? Terus kalo udah kenal mau apa? Wayyo!
Pacaran untuk penghematan, biar kemana-mana ada yang ngantarin? Wah, fungsi pacar yang begini mah, bisa diganti sama tukang ojek! Hehe.

Anyway, Rule number four : Keep asking your heart, pacaran untuk tujuan apa? Betulkah seperlu itu dan berbagai proyek hidup kita akan hancur kalau tidak melakukannya?

Kecuali kamu sudah dalam usia siap menikah, dan merencanakan untuk menikah. Tapi kalau memang begitu, ngapain juga pacaran? Mendingan merit! Ya gak seh?

Not ready yet?

Naksir berat, pengen nikah tapi belum kerja? Atau belum kelar kuliah? Atau belum siap?
Sebetulnya untuk nikah, barangkali gak ada orang yang benar-benar siap ketika hari H (Heboh) itu tiba. Adanya pekerjaan, kuliah selesai juga tidak menjamin kebahagiaan sebuah pernikahan. Tapi dengan niat yang teguh kukuh berlapis baja, insya allah semua tantangan pernikahan bisa kamu hadapi.

Tapi kalo memang bener-bener belum mantap gimana dong?
Ya, kasiaaaaaaaan deh kalo gitu, hehe.
If u r not ready yet, berarti gak ada pilihan. Hidupin puasa senin kemis, sibukin diri sama berbagai kegiatan. Bohong besar kalimat yang mengatakan muda foya-foya tua kaya raya mati masuk surga. Jadi isi masa muda dan pranikahmu dengan mencetak karya sebanyak-banyaknya, gali potensi. Bikin bangga ortu, dan calon istri serta calon mertua di masa depan (bukan yang ditek-in dari sekarang lho!), sekaligus jadi kebanggaan umat Muhammad!

Atau pendeknya, Rule number five: Isi hidup pranikah dengan karya! Jadi jika takdir ternyata mengatakan kita gak keburu nikah, karena umur pendek, at least kita siap menghadap-Nya! (bukan nakut2in, tapi yang namanya mati kan satu-satunya kepastian dalam hidup kita, setuju ya?)

Apalagi?
Rule number six: Kenakan masker takwa untuk virus merah jambu. Berlaku pada semua panca indera dan jiwa.
Hingga saat indah itu, mudah-mudahan Allah menjagamu, tetap suci, terhormat, dan indah. Amin

Comments on: "When You’re Falling In Love" (1)

  1. sangat menghibur, sekalian curhat boleh??
    pacar saya bilang dia jatuh cinta lagi ama wanita lain.. saat itu kayanya saya sedang ditampar pakai pemukul kasti. jeb!! tapi dia tetap cinta saya..dan dia bilang hatinya cukup untuk 2orang.. berhubung saat itu saya sedang buta, saya ga mau putus,meskipun sakit hati. saya minta dia untuk menghapus perasaan cinta barunya. awalnya dia ga mau, dia bilang itu anugrah, tapi mungkin karena kasihan ama saya dia bilang akn berusaha.. dan hingga sekarang saya masih menjalin hubungan dengannya, tapi situasi jadi aneh. saya mau putus,, tapi bneran berasa ga siap… gimana ya?
    jadi curhat..maap ya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: