Just another Wordpress.com weblog

Mutiara Hikmah 1

Mata adalah penuntun dan hati adalah pendorong dan penuntut. Mata
memiliki kenikmatan pandangan dan hati memiliki kenikmatan pencapaian.
Keduanya merupakan sekutu yang mesra dalam setiap tindakan dan amal
perbuatan manusia, dan tidak bisa dipisahkan antara satu dengan yang lain.

Sungguh sedikit mereka yang melihat dengan mata mereka sendiri dan
merasakan dengan hati mereka sendiri.

Niat untuk selalu tampak indah dan menarik adalah suatu kewajaran,
namun Allah Maha Mengetahui segala yang melintas di hati kita, apabila
niat kita tergelincir kedalam kemaksiatan dan kesia-siaan bisa jadi
Allah akan memberikan jalan terbukanya bencana bagi kita, oleh
karenanya bersungguh-sungguhl ah berniat hanya untuk menggapai ridha Allah.

Berusahalah untuk tidak menjadi manusia yang berhasil tapi berusahalah
menjadi manusia yang berguna.

Setiap orang yang kita jumpai dalam hidup membawa suatu misi mengajar
kita sesuatu yang baru.

Kebaikan tidak terletak dalam melakukan dengan benar karena peraturan,
melainkan melakukan yang benar karena alasan yang benar.

Cinta itu indah, karena ia bekerja dalam ruang kehidupan yang luas,
dan inti pekerjaannya adalah memberi. Memberi apa saja yang diperlukan
oleh orang-orang yang kita cintai untuk tumbuh menjadi lebih baik dan
berbahagia karenanya.

Keuntungan hakiki adalah keuntungan yang tidak hanya menguntungkan
diri pribadi, tapi juga menguntungkan sebanyak mungkin hamba-hamba
Allah lainnya. Usahakanlah apa yang menjadi nikmat tidak menjadi
musibah bagi orang lain.

Dunia itu ketika sedang menghadapimu, dia memberimu kebaikan orang
lain, dan apabila sedang membelakangimu, dia mencabut darimu segala
kebaikanmu.”

Semangat tanpa pengetahuan sama dengan api tanpa cahaya.

Demi Tuhan yang diriku berada dalam genggaman-Nya, sesungguhnya
seseorang telah datang pada hari kiamat dengan amal-amal saleh yang
bila diletakkan di atas gunung maka ia akan memberatinya. Lalu
bangkitlah salah satu nikmat dari nikmat-nikmat Allah, maka nikmat itu
hampir saja menghabiskan semua amal saleh orang tadi, kalau saja Allah
tidak mengaruniakan kepadanya RAHMAT-NYA. (HR. AL-Mundziry)

Ikhlas dan tauhid adalah pohon yang ditanam di taman hati, Amal
perbuatan adalah cabang-cabangnya, sedangkan buah-buahnya adalah
kehidupan yang baik di dunia dan kenikmatan abadi di alam akhirat.
(Ibnul-Qayyim)

“Sesungguhnya jika ALLAH SWT menghendaki dan membinasakan seorang
hamba, maka Dia mencabut dari orang itu rasa malu. Jika telah tercabut
darinya rasa malu, engkau tidak menjumpai orang itu kecuali
bergelimang dosa. Jika engkau tidak menjumpai kecuali bergelimang
dosa, dicabut (pula) dari dirinya amanah. Apabila telah dicabut
darinya amanah, engkau tidak menjumpainya kecuali sebagai orang yang
berkhianat dan dikhianati. Jika engkau tidak menjumpainya kecuali
dalam keadaan berkhianat dan dikhianati, maka dicabut darinya rachmat
Allah. Apabila telah dicabut darinya rahmat Allah, engkau tidak
menjumpainya kecuali dalam keadaan terkutuk dan terlaknat. Jika engkau
tidak menjumpainya kecuali dalam keadaan terkutuk dan terlaknat, maka
dicabut darinya ikatan dengan Islam”. (HR. Ibnu Majah)

Minta tolonglah kepada ALLAH SWT dan janganlah menjadi lemah. Jika
engkau ditimpa sesuatu MASALAH, maka janganlah mengatakan: ‘Seandainya
aku mengerjakan begini maka akan menjadi begitu. Tetapi katakanlah:
itu semua adalah takdir Allah, apa yang dikehendaki- NYA, semua
ketentuan-NYA, pasti akan terjadi. Sebab kalimat “Seandainya. ..” itu
akan membuka pintu buat setan. (Al-Hadits)

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan
kesanggupannya, Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya
dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.

Tampilkanlah dengan sesungguhnya sifat-sifat kekuranganmu, niscaya
Allah menolongmu dengan sifat-sifat kesempurnaan- Nya.
Bersungguh-sungguhl ah dengan kehinaanmu, niscaya Ia menolongmu dengan
kemuliaan-Nya. Bersungguh-sungguhl ah dalam ketidakberdayaanmu, niscaya
Ia menolongmu dengan daya dan kekuatan-Nya. ” (Ibnu Athailah)

“Dari Abu Hurairah ra. dari Rasulillah saw beliau berkata:”Ada dua
golongan dari ahli neraka yang belum aku lihat saat ini; pertama, satu
kaum yang membawa cemeti (cambuk) seperti ekor sapi. Mereka memukul
manusia dengan cemeti tersebut. Kedua, wanita-wanita yang berpakaian
tapi telanjang (nisa’un kasiyatun ‘ariya. Mereka berlengang-lenggok
dan menggoyang-goyangka n kepala mereka seperti ponok unta yang
condong). Wanita-wanita tersebut tidak akan masuk surga dan tidak
dapat mencium baunya pun. Padahal bau surga itu dapat tercium dari
jarak sekian dan sekian”(HR. Muslim).

“Ajal ada saatnya. Kesulitan bukan berarti harus kita sikapi dengan
putus asa. Pastikan kita bisa mengenal diri dengan lebih baik,
mengenal diri dengan lebih baik, mengenal kemampuan lebih maksimal.
Jangan melakukan sesuatu tanpa tahu ilmu, tanpa tahu kebenaran, karena
bisa jadi bumerang. Tidak usah memaksakan diri agar kelihatan lebih
dari kenyataan yang sebenarnya.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: