Just another Wordpress.com weblog

Dulu, ketika mendengar ceramah atau doa dari ustadz-ustadz(ah) agar
keluarga kita menjadi menjadi keluara yang sakinah, mawaddah wa
rahmah saya tidak terlalu paham, apa yang dimaksud dengan keluarga
sakinah, mawaddah wa rahmah. Saya hanya tahu sakinah artinya tenang,
tentram.

Pelan-pelan saya faham, sakinah artinya tenang/tentram, mawaddah
artinya bahagia, wa = dan, sedangkan rahmah artinya mendapat
rahmah/cinta. Hanya itu.

Sampai beberapa hari yang lalu ketika kami membahas cerita di sebuah
buku tentang seorang pemuda yang tidak ingin menikah karena belum
menemukan wanita yang sesuai dengan kriterianya ditambah begitu
banyaknya persyaratan dari orang tuanya tentang sang calon menantu.

Menurut pandangan pemuda di cerita tersebut, gadis-gadis jaman
sekarang banyak yang tidak lagi menjalankan hidup sesuai dengan
islam, dari pakaiannya yang tidak menutup aurat, penampilan dan cara
bergaulnya yang ‘kebarat-baratan’, bahkan sampai cara berjalannya
yang tidak islami. Kebetulan ia dibesarkan dilingkungan teman-teman
yang islami yang telah menikah dengan wanita-wanita islami, namun ia
sendiri bukan berasal dari keluarga yang harmonis. Orangtuanya
selalu ribut, bersikeras dengan pendapat masing-masing dan memiliki
sifat yang tidak sabar.

Akhirnya pemuda yang kebetulan seorang dokter terkenal tersebut
tenggelam dengan kesibukannya sebagai dokter dan mempelajari Al-
quran dan sunnah Rasul saw dari buku-buku dan ceramah-ceramah.

Suatu hari, pemuda tadi mendengarkan radio yang membahas tentang
tujuan terbentuknya sebuah keluarga, yakni untuk membentuk keluarga
sakinah, mawaddah wa rahmah. Selama ini, pemuda atau dokter muda
yang berasal dari keluarga yang kurang harmonis tersebut tidak
terlalu memperhatikan apa tujuan berkeluarga. Sang penyiar lalu
melantunkan sebuah ayat Al-quran.Iapun sering mendengar ayat dari

surat Ruum (30:21) tersebut : “Dan dari tanda-tandanya telah
Kuciptakan untukmu pasangan-pasanganmu agar kamu hidup tenang
bersamanya dengan bahagia dan cinta (mawaddah wa rahmah). Dan itu
adalah tanda-tanda bagi orang yang berakal”. Namun baru kali ini ia
memperhatikan, merasakan dan menghayati ayat tersebut. Membentuk
keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah.

Sejak itu opininya tentang hidup berkeluargapun berubah. Ia lalu
mulai memperhatikan dan mencari calon istri. Singkat cerita,
akhirnya ia menikahi muridnya yang berpenampilan lain dari murid-
murid wanita lainnya, memakai gamis, berjilbab dan menjaga
pergaulannya. Kesibukannya mempelajari islam selama ini telah
membukakan hatinya dan memperoleh petunjuk dari Allah swt.

Di akhir pelajaran ustad kami menanyakan apa perbedaan antara
mawaddah dan rahmah. Jawaban kamipun bermacam-macam. Lalu ustadpun
menjelaskan, mawaddah adalah cinta dari seorang suami, sedangkan
rahmah adalah cinta dari seorang istri.

Sekarang jelas sudah, apa arti keluarga yang sakinah, mawaddah wa
rahmah. Bukan hanya berarti keluarga yang tenang dan bahagia saja,
tapi ada sesuatu dibalik itu, perlunya cinta yang diberikan oleh
suami kepada istri dan keluarga, dan cinta yang diberikan oleh istri
kepada suami dan anak-anak.

Ustad lalu menambahkan,tujuan berkeluarga yang lain adalah
mengurangi kesalahan bahkan kemaksiatan. Contohnya, jika sebelum
berkeluarga pemuda atau pemudi lajang dapat berpergian dengan bebas,
maka setelah berkeluarga kegiatan mereka menjadi terbatas.
Ada
prioritas lain yang harus mereka perhatikan, yakni keluarga.

Jadi, bila setiap anggota keluarga sibuk dengan kegiatan diluar
rumah tanpa memperhatikan keluarganya, lalu apa bedanya menikah
dengan tidak menikah? Mungkinkah tercipta keluarga sakinah, mawaddah
wa rahmah apabila setiap orang jarang bertemu dan berkomunikasi?

Karena tujuan berkeluarga sebagian orang telah berbeda dengan yang
Allah swt ajarkan kepada kita dalam
surat Ar Ruum, yakni menciptakan
keluarga sakinah mawaddah wa rahmah. Walau selama ini kita telah
sering membaca ayat tersebut dalam undangan-undangan pernikahan.

About these ads

Comments on: "“Sakinah Mawaddah Wa Rahmah”" (10)

  1. ekwan nursanto said:

    terima kasih saya ucapkan karena dengan adanya buku2 ini membuat saya lebih siap/ matang untuk memikirkan ke jenjang pernikahan. thanx b4

  2. terimaksih…artikel ini snagat membantu pasangan muda yg ingin menikah,semoga menjadi pasangan sakinah mawadan n warohmah

  3. setelah baca artikel ini, keinginan saya utk menyempurnakan agama (menikah) semakin yakin. jadi ingin punya keluarga sendiri hehe :D
    semoga Allah memberikan berkah-Nya pada kita semua. Amiin…

  4. Terima kasih atas artikelnya ini, membantu saya mengetahu arti keluarga yang sakinah mawadah dan warahmah.
    Mohon bantuan doanya agar kita sama2 bisa menjadi keluarg yang sakinah mawadah dan warahmah :)

  5. Saya ucapkan terima kasih, artikel ini telah memberikan pencerahan iman kepada saya. Insy4JJ saat ini saya juga dalam perjalanan ingin menu ke Istana keluarga “Sakinah Mawaddah Wa Rahmah” tsb. Saya mohon do’anya supaya jalannya dipermudah oleh Allah swt. Thks b4

  6. makasi artikelx
    moga saya dapat istri yang memiliki kriteria sakina,mawaddah, warahmah. :D

  7. asiani afrik said:

    Artikel yang disampaikan simple tapi mengena di hati, terima kasih ya…! saya jadi tambah faham apa itu keluartga sakinah, mawadah wa rahmah, Alhamdulillah baru 2 bulan saya menikah, dan kudapatkan suami yang sholeh Insya Allah…. Amiin, semoga cepet pada nyusul ya… enak lo pacaran setelah menikah….,

  8. heni puji hastuti said:

    alhamdulillah saya sekarang paham arti sakinah,mawwadah warohmah, dan insyaallah akan ku amalkan untuk bekal rumah tanggaku. Subhanallah sekali yah!!hehe

  9. Sbhanallah…
    sdh lama skli sy mncri arti dr klg sakinah,mawaddah,wa rahmah. trnyt it y artny. smg jk sy brklg nnti,bs mndptkn smua it,AMIIIN..

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: